Gitar Klasik

Thursday, 17 October 2013



Gitar Klasik merupakan salah satu produksi dari DAS Paper Collection dengan rincian sebagai berikut :


UKURAN TINGGI / DIAMETER
15 x 9 cm 

BAHAN
KERTAS KORAN 

Harga Eceran
Rp. 15.000 


Ukuran bisa pesan sesuai pesanan

Kursi Dombret



Kursi Dombret merupakan salah satu produksi dari DAS Paper Collection dengan rincian sebagai berikut :

UKURAN TINGGI / DIAMETER
9 x 10 x 11 cm

BAHAN
KERTAS KORAN

Harga eceran
Rp. 15.000

Bale Bengong


Bale Bengong merupakan salah satu produksi dari DAS Paper Collection dengan rincian sebagai berikut :

UKURAN TINGGI / DIAMETER
9 x 10 x 14 cm dan 11 x 11 x 18 cm

BAHAN
KERTAS KORAN

Harga eceran
Rp. 20.000 – 25.000

Untuk Souvenir Tersedia dua ukuran

(Semua harga disesuaikan jumlah orderan)

Mengenal Das Paper Collection



Das Paper Collecttion adalah home industry yang di gagas oleh  Deny Ari Sandi. Bergerak dalam bidang seni kerajinan seperti souvenir, cinderamata, dan koleksi lainnya. Uniknya, semua bahan dasar produksi terbuat dari limbah kertas koran yang sudah tidak terpakai. Das Paper Collection pernah menjuarai kompetisi yang diselenggarakan oleh DISPERINDAGTAM Banyuwangi yaitu BANYUWANGI INDUSTRIAL YOUNG ENTREPENEUR COMPETITION (BIYEC) 2013



NAMA UMKM

DAS PAPER COLLECTION
(Juara 1 Banyuwangi Industrial Young Entrepeneur Competition 2013)

HASIL PRODUKSI

HANDICRAFT KERTAS,SOUVENIR, CINDERAMATA, LAMPU HIAS, DLL.

PEMILIK

DENY ARI SANDI (DAS)

ALAMAT
JL. MONGINSIDI GG. FLAMBOYAN NO. 07 PENGANJURAN - BANYUWANGI

CONTACT PERSON

085737417500, 087806659695 (pin 3251E006)

EMAIL

ddeennyy45@gmail.com

FaceBook 

DAS RUMAH KERTAS

Limbah Kertas Menjadi Uang Kertas

Dunia Kewirausahan di Kota Banyuwangi sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat, mulai dari Pariwisata, Kuliner,  Perdagangan, transportasi maupun berbagai Kerajinan khas Kota Banyuwangi.

Mungkin banyak  orang beranggapan  bahwa sampah tidak mempunyai nilai seni tinggi, atau juga mampu untuk di  daur ulang dan dimanfaatkan untuk kerajinan tangan, aksesoris, souvenir bahkan cinderamata yang bernilai tinggi. Saya merasa terpanggil sebagai putra daerah (lare osing) yang melihat potensi pasar yang cukup baik ini untuk ikut bermain secara aktif, dengan terjun langsung sebagai wirausaha guna mengembangkan dan memajukan nama Banyuwangi sebagai Kota ramah lingkungan dan Kota Kerajinan.

Saya juga akan mendaur ulang limbah tersebut untuk bahan dan objek pembuatan sebuah kerajinan yang unik. misalnya miniatur bermacam – macam sepeda, alat musik, bale bengong, kursi goyang, becak, frame, kap lampu, dan lain sebagainya.Disisi lain kami juga ingin menciptakan sebuah lapangan pekerjaan baru dan memperkecil tingkat pengangguran di lingkungan kami, khususnya Kota Banyuwangi.


Ide usaha  berawal dari ketika saya bekerja di perusahaan swasta tepatnya di pulau Dewata Denpasar Bali, ide bukan dari pengalaman kerja melainkan karena saya merasa belum tercukupi dengan gaji menjadi seorang karyawan ( bukan berarti saya tidak bersyukur ), tapi saya berfikir sampai kapan saya jadi orang bayaran kalau tidak berwirausaha. Dari hal tersebut muncul ide bagaimana membuat suatu usaha dengan modal minim dan sedikit waktu. Singkat cerita, akhirnya saya telah menemukan inspirasi dari buku dan internet yaitu bidang usaha saya adalah dengan memanfaatkan limbah KERTAS sebagai bahan utama pembuatan kerajinan. Hanya dengan menggunakan kemauan, ketelitian, kesabaran dan waktu alhasil kertas tersebut tersulap menjadi seni kerajinan yang sudah bisa menyandang harga sesuai dengan keindahan, tingkat kesulitan dan nilai seninya.

Dengan belajar secara otodidak disela kesibukan saya mengurus perusahan orang, setiba dan sebelum berangkat kerja saya terus belajar walaupun tanpa campur tangan orang lain. Perlahan saya mempelajari dan akhirnya bisa dibilang cukup menguasai pengolahan limbah tersebut (saya sendiri yang bilang), sehingga menghasilkan beberapa model kerajinan unik dari kertas.

Keunggulan Produk :

  • Ringan
  • Unik
  • Tidakmudahpecah
  • Bernilaisenitinggi
  • Belum ada di Banyuwangi
  • Harga Terjangkau

Proses Produksi

Pertama ambil satu lembar halaman koran potong menjadi dua jika ingin ukuran sedang. Buat alat gulungan dari bambu atau sejenisnya lalu gulung kertas menggunakan bambu tersebut sehingga membentuk silinder lalu tarik bambu, buatlah beberapa sesuai kebutuhan. Langkah kedua potong sesuai kebutuhan model lalu rancang satu persatu menggunakan lem. Jika sudah terbentuk, beri warna untuk finishing nya, lalu masukkan Box mika jika memerlukan. Teknologi sementara masih manual alias hand made. Sarana komputer dan printer untuk mencetak gambar atau cetakan desain.

Untuk rekan kerja, saya memperdayakan ibu – ibu rumah tangga di sekitar rumah (sedikit mengurangi pengangguran) dan menambah pemasukan.

Sederhana tapi berkualitas…

Dengan memanfaatkan lembaran-lembaran limbah kertas saya menyulapnya menjadi lembaran uang kertas.. yuuk liat hasil produksinya ...




 

 

oleh : Deni Ari Sandi (DAS)

Belajar Ilmu Bertani dari Negeri Gajah Putih

KAMI tiba di Raja Mangala University of Technology Tanyaburi Thailand (RMUTT) pada 18 juni 2012 lalu. Kedatangan kami di universitas tersebut disambut hangat oleh jajaran structural Fakultas Pertanian untuk melakukan serah terima mahasiswa antara perwakilan Untag Banyuwangi dengan pihak Raja Manggala. Setelah itu kami dipertemukan dengan Kepala Prody Plant  Science, Ass. Prof. Chanpen Chaimongkol, untuk melakukan pengisian Kartu Rencana Study (KRS) dan mata kuliah yang kita sepakati selama satu tahun di Thailand. Untuk satu semester (plant propagation, seminar, mushroom, basic skill, etomology dan bahasa Thailand. Sedangkan untuk semester dua, kami diperkenankan Praktek Kerja Lapang (PKL) selama empat bulan. Sehingga total SKS yang kita sepakati untuk semester satu 14 SKS, untuk semester dua, 6 SKS.

Kegiatan perkuliahan cukup padat dari senin hingga Jum’at. Dimulai antara jam 08.00-18.00. Beberapa kegiatan yang kami lakukan adalah mengerjakan tugas rumah, presentasi, praktikum, ujian setengah semester, kunjungan lapang dan pada akhir  September ini kita akan menghadapi ujian akhir semester.

Banyak perbedaan yang mencolok dalam proses belajar mengajar antara lain di Thailand, satu semester hanya berumur empat. Sedang di Indonesia 6 bulan. Sehingga, kegiatan satu semester amat padat dari 6 mata kuliah yang kami tempuh, hanya Bahasa Thailand yang tidak ada praktek dan tugas. Setiap mata kuliah diawali dengan materi di kelas, kemudian dipraktekan keesokan harinya di Laboraturium atau di lahan dan membuat laporan untuk dikumpulkan tepat pada waktu yang telah disepakati.

Bahasa pengantar selama perkuliahan menggunakan Bahasa Inggris. Raja Manggala adalah salah satu Universitas milik keluarga Raja Thailand. Sehingga, meski pada September  tahun lalu terkena bencana banjir setinggi 120 cm,Raja Manggala cepat berbenah dan sampai sekarang sarana dan prasarana sudah sangat memadai. Kedisiplinan mahasiswa dan dosen sangat dijunjung tinggi. Sehingga terwujud suasana belajar yang kondusif. Hormat-menghormatiantara dosen dan mahasiswa sangat nampak bila saling bertemu mereka saling mengucapkan salam dengan sedikit merundukkan badan. Dan, yang tak kalah unik adalah hamper semua mahasiswa di Thailand mengenakan seragam hitam - putih. Sehingga Nampak identitas seorang pelajar melekat jelas pada seorang mahasiswa di Thailand.

Pada 10 Agustus, kami mahasiswa  Indonesia berkesempatan menampilkan beberapa tari tradisional Indonesia di hadapan mahasiswa dan dosen dalam rangka peringatan Hari Ibu dan Ulang Tahun Permaisyuri Raja Thailand. Pada kesempatan itu, kami menampilkan tari Tor-Tor dari Sumatra Utara yang dengan sangat tidak diduga mereka sangat menyambut dengan antusias. Kami mahasiswa Untag  Banyuwangi di Raja Manggala sangat diterima dengan tangan terbuka oleh teman - teman mahasiswa Thailand. Mereka juga sangat ramah dan baik meski tak jarang kami berkomunikasi dengan bahasa tubuh. Selama di Thailand, kami juga mendapat kartu asuransi yang bisa menjamin kami bila terjadi kecelakaan yang tentunya tidak kami harapkan.

Pada akhir Agustus dan awal September ini,kami dijadwalkan mengunjungi beberapa pusat pertanian di Thailand. Pada 26 Agustus lalu, kami diajak mengunjungi Pusat Pembenihan Padi yang terletak di daerah  Klong 11 Tanyaburi, dan di sebuah perusahaan pemroduksi anggrek yang bertaraf internasional. Kami mendapat banyak ilmu dan pengetahuan dari kunjungan tersebut. Pada 1 September, kami berkunjung di sebuah lingkungan petani yang menggunakan sistem pertanian organik. Tepatnya di Nongree, Distrik Muang, Provinsi Chonburi. Seharian penuh kami di sana dan mendapat penjelasan yang sangat rinci tentang pertanian organic oleh Dr. Anurug, selaku pimpinan penggagas pertanian organik di daerah tersebut. Dan, masih banyak lagi jadwal kunjungan yang telah menunggu kami diawal bulan ini.

Banyak hal yang kami dapat dari perjalanan kami selama tiga bulan terakhir ini belajar di Raja Manggala. Tentunya kami tak lupa untuk mengucap syukur alhamdulillah kepada Allah yang member kesempatan indah ini kepada kami dan mengucap terimakasih kepada pihak yang telah mendukung keberangkatan kami. Mudah - mudahan kami bisa mengimplementasikan ilmu yang kami peroleh dari Thailand untuk kemajuan pertanian Indonesia pada umumnya, dan untuk Banyuwangi pada khususnya.

Oleh : Ahmad Hadi, Mahasiswa Fakultas Pertanian. Peserta Pertukaran Mahasiswa dengan Mangala University of Technology Tanyanburi Thailand

Tiga Mahasiswa Raih PKM Dikti 2012

Predikat sebagai Kampus Berprestasi tidak menyurutkan mahasiswa untuk terus menunjukkan kualitasnya. Hal ini dibuktikannya dengan telah diraihnya Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) oleh 3 (tiga) mahasiswa Untag Banyuwangi dari 7 (Tujuh) PKM yang ada, yaitu Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) oleh Ilma Nafi dari Fakultas Pertanian, Program Kreativitas Mahasiswa kepada Masyarakat (PKM-M) oleh L. Umardani dari Fakultas Pertanian dan Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P) oleh Agus Febrianto dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan/KIP.

 Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan atau biasa disebut dengan PKM-K merupakan program pengembangan ketrampilan mahasiswa dalam berwirausaha dan berorientasi pada profit. Komoditas usaha yang dihasilkan dapat berupa barang atau jasa yang selanjutnya merupakan salah satu modal dasar mahasiswa berwirausaha dan memasuki pasar. Adapun Program Kreativitas Mahasiswa kepada Masyarakat atau (PKM-M) merupakan program bantuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam upaya peningkatan kinerja, membangun keterampilan usaha, penataan dan perbaikan lingkungan, penguatan kelembagaan masyarakat, sosialisasi penggunaan obat secara rasional, pengenalan dan pemahaman aspek hukum adat, upaya penyembuhan buta aksara dan lain-lain.

Sedangkan Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian atau PKM-P merupakan program penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penentu mutu produk, menemukan hubungan sebab-akibat antara dua atau lebih faktor, menguji cobakan sebuah bentuk atau peralatan, merumuskan metode pembelajaran, melakukan inventarisasi sumber daya, memodifikasi produk eksisting, mengidentifikasi senyawa kimia di dalam tanaman, menguji khasiat ekstrak tanaman dan lain-lain.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Produk Unggulan Mahasiswa - Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger